Sebelumnya perlu saya klarifikasi dulu di s
ini, bukannya saya ini lagi ada apa-apa sama orang Garut, dan bukannya juga sa
ya ini ternyata
adalah duta wisata Garut terselubung [lha, em
ang ada?] atau apa, jika acara traveling saya selama 2010 kemarin banyak didominasi kunjungan ke kota ini. Bahkan travelin
g 2010 sa
ya, started and ends up di kota ini. Ini tak lain dan tak bukan hanyalah karena saya sudah
benar-benar jatuh cinta sama Swiss van Java ini. Alamnya, keramahan penduduknya, itu semua juara!
Oke, dan untuk versi lengkapnya 'nggembel'
ke mana saja saya selama 2010 kemarin, mulai dari yang sangat well-planed - itinera
ry saja dibua
t jauh-jauh bulan, sampai yang 'asal cabut', here we go:
1-3 Januari, bersama kelompok 'nunun' nan nyinyir, Laskar Karimun plus satu cowok metroseksual yang selalu ngaku jomblo, Hilman, kita blusukan ke
Garut sampai pelosok-pelosoknya. Menikmati jagung bakar Situ Cangkuang, berendam di pemandian mistis Cipanas, naik ke kawah Papandayan, sampai ber-tepos-ria pantat kita demi pantai-pantai eksotiknya. Oh, tentu saja tidak ketinggalan b
arbeque-an bersama di rumah teteh paling baik hati sedunia, teh Ani. Bagaimana tidak, selama di Garut tak sepeser pun kita modal buat sewa penginapan, malah menginap di rumah teh Ani.
13 Februari, Cicatih- Sukabumi. Kantor sebelah lagi mengadakan acara rafting rame-rame tapi kurang personil. So, ya su
dah, berhubung saya belum pernah rafting sebelumnya, saya amini saja ajakan mereka. Sayang aru
snya
kurang menantang.. *belagu :p
28-28 Februari, Mojokerto-Bali-Bandung-Garut. Inilah traveling terbodoh sepanjang sejarah. Bisa-bisanya saya
ketinggalan flight Surabaya-Denpasar, hanya gara-gara lupa tanggal! Holly crap! Padahal
tadinya
sa
ya sudah berniat sekalian menyeberang ke Lombok, tapi ya gara-gara tragedi tolol itu
sem
uany
a berantakan...
2-4 April, Pangandaran-Garut-Bandung. Sekali lagi, bersama personel LK, plus teman semasa kuliah saya dulu, Faizin. Pangandarannya seru, kecuali adegan salah satu teman yang kecemplung kali beserta kamera mahalnya. Garutnya s
eksi, apalagi menginapnya lagi-lagi di rumah teh Ani [ada yang sudi menampar saya atas ide nista ini?], dan Bandungnya... dudul!
17 April, Kota Tua, Jakarta. Demi Tuhan saya dijebak. Saya dijebak sama emak-emak penuh tipu muslihat bernama mba Julizoe - yang katanya sayang sekali kalo saya tidak ikut, makanan yang sudah repot-repot dibelinya bakal mubadzir. Lagipula, memangnya saya ini mesin penggiling makanan apa?
Tapi ya tak apa sih, toh dengan begini
jadinya saya bisa bertemu muka dengan teman-teman maya mantan blogger Kublog - semacam blog internal yang dibuat dan cuma bisa diakses oleh satu instansi. Ternyata mereka lucu-lucu lho.
14-17 Mei, Kuala Lumpur. Nah, ini salah satu acara traveling saya yang 'asal cabut' itu. Dimana itinerary saya bikin untuk pergi ke Sumatra Barat, eh tahunya ada godaan mahaberat dari dua syaiton [ sebut saja Fitri dan Ajo ] untuk nonton gelaran Thomas-Uber Cup, live dari Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Dan sebagai insan yang tidak cukup kuat iman, tergodalah saya... Personel: 3 idiots.
7-11 Juli, Bromo-Sempu. Walaupun ini adalah kunjungan ketiga saya ke Bromo, tapi toh kecantikannya tetap mempesona. Dan Sempu, pantai Segara Anakannya benar-benar surga. Subhanallah indahnya. Perjalanan penuh lumpur ke sininya mah tidak berarti apa-apa. *yakin?
9-13 September, Mojokerto dong, kan lebaran. Beruntung Mojokerto punya Pacet, dan beruntung Pacet punya pemandian air panas alami. Hampir tiap malam saya bolak-balik ke Pacet demi bisa menikmati berendam air panas di 'onsen' alami, yang bisa berendam sambil menatap ribuan bintang di langit. Seksi!
21-27 Oktober, Lombok. Lagi-lagi masih bersama geng nunun nan nyinyir, Laskar Karimun, yang memang sudah dirancang jauh-jauh bulan. Pake rapat ini-itu segala [baca: makan-diskusi sebentar-karaoke], and de bla and de bla... And yaeh, this traveling was so much fun.
19-21 Nopember, Singapura. Lumayan banget dapat tiket promo pesawat yang total hanya 289 ribu rupiah pulang pergi. Jadinya saya bisa ke sini lagi dengan budget yang super minim. Bareng 3 idiots, kita mengeksplore keunikan Singapura dengan ber-MRT-ria dan jalan kaki. Saya suka sekali jalan kaki di kota [oke, Singapura itu negara] ini. Sidewalknya itu lho..., luar biasa nyaman, dan teduh. Kalo ingat Bekasi mah, bikin sakit hati. Jalan kaki di trotoar saja ribetnya minta ampun.
4-5 Desember, Garut [lagi]. Kali ini karena menghadiri resepsi pernikahan seorang teman. Ya, tentu saja disambi jalan-jalan. Tidak usah muluk-muluk, jalan ke sawah dan empang saja, kalo di Garut, itu semua eksotis. Bahkan kita bisa merasakan seksinya spa ikan dengan langsung nyemplung ke empang. How excotic!
24-25 Desember, gunung Gede. Yihaaa... impian saya untuk bisa naik gunung akhirnya kesampaian juga di penghujung tahun 2010. Dan sepertinya, saya mulai menyukai jenis olahraga ini.
31 Desember 2010-2 Januari 2011, Garut [sumpe loe, lagi?!]. Cuma light hiking ke gunung Guntur. Itu juga tidak sampai ke puncaknya, saya mentok di curug Citiis karena saya kelaparan dan kepanasan. Tapi lain kali saya berjanji untuk bisa mendaki lebih tinggi dari itu. *crossing my heart :p

... ... ...
Huft, itulah sedikit catatan perjalanan yang berhasil saya lakukan di tahun 2010 kemarin. Semoga saja di tahun 2011 ini saya bisa melihat sisi-sisi indah lain dari dunia ini. Tak perlu lah ke luar negeri segala, toh Indonesia sendiri tak kan habis untuk dijelajahi. *Memandang jauh ke Wakatobi, Komodo, Raja Ampat... God, I wish I can be there, someday. Amin.